Jika Aku Mencintainya

jika aku mencintainya, ia bernama keheningan: badai yang berkali-kali menelan dan memuntahkan hidupku, tubuh yang dahaga, luka cahaya dan pertanyaan-pertanyaan terbuka dan patah. jika aku mencintainya, ia bernama kesunyian: kegelisahan mawar, ledakkan ciuman, gempa rindu, pelukan angin dan pengkhianatan hujan yang menghujam punggung. jika aku mencintainya, ia adalah sepasang matamu: buah pikiran yang matang dan … Continue reading Jika Aku Mencintainya

Menyiram Kesedihan

jalan-jalan terentang lengang bagai puisi yang berharap ditubuhi. malam pecah untuk diri sendiri. jika ada seorang datang dan mengecup sepasang kesedihan di matamu, kau tak tahu kenangan selalu muncul sebagai ketelanjangan paling bening melebihi kejujuran yang tidak satupun manusia mampu untuk menerimanya. kau tak tahu pernah tahu. ke semua tempat kuseret tubuh sendiri. sakit di … Continue reading Menyiram Kesedihan

Tombak Bermata Satu

di dalam hamparan kesengsaraan, kau menikam berkali-kali tubuhku yang goyah. cinta musnah. kebeningan kata-kata yang seringkali kukecupkan, punah di lidah. dan mimpiku air mata puisi ini. hanya dusta. kesunyian yang tunggal, ia tinggal di lubuk kedinginan. dan kedinginan sendiri semacam pisau bermata dua: menikam nyali dan nurani, menumpahkan darah dari kilau sesaat. di sana tidak … Continue reading Tombak Bermata Satu

Debu Di Dalam Angin

setiap hari adalah benak dan jari yang tidak mampu menyentuh apapun. seperti tajam udara mengupas rahasia malam. sebagaimana indung kata dan kantung-kantung air mata yang dilelehkan keheningan. geretak gigi dan gemetar cinta. dan sabit bulan yang menghabisi tubuh puisi ini. entah, ada sesuatu datang perlahan-lahan dan perpisahan-perpisahan pun masih tertahan. lalu sajakku ialah hidup dalam … Continue reading Debu Di Dalam Angin

Puisi (Mantra Paling Gelap)

di mana-mana dan di setiap nama-nama kumau menentang seluruh takdir, bertahan mencintaimu lalu memusuhi diri sendiri: lubuk yang menggigil dan kedinginan dalam puisi ini. puisi adalah mantra-mantra paling gelap. lorong-lorong tak berujung. kesedihan yang tertampung. dan duka yang belum rampung. kau hanya bisa menyebutnya ketika hatimu dipenuhi penderitaan: ia ingin melihat lidahmu terbakar saat sampai … Continue reading Puisi (Mantra Paling Gelap)

Kukecup Berkali-kali Gambar Fotomu

Mencintaimu adalah kekuatan bagiku. Seperti tangan tuhan yang bergerak secara misterius, dalam gelap. Seperti hatiku yang terus berderak. Kesepian berserak di mana-mana, meluas dan menjadi banyak. Aku tidak bisa memaksakan kehendak untuk mencintai diri lain selain kau dan segala yang berbau kita. Kehampaan memeluk kehampaan yang lain dan aku takut oleh diri sendiri. Adakah ruang … Continue reading Kukecup Berkali-kali Gambar Fotomu