luka paling sempurna

kau sekumpulan awan-awan lembut menjatuhkan cuaca tenang dan hangat di kepalaku. tapi seringkali kau menerjangku dengan petir dan kau tidak menyadarinya, dan aku patah bagi dua seperti sebatang ranting dan dilupakan ranting-ranting lainnya. aku hangus dan sekarat sepanjang tahun tidak bisa menemukan langit cerah seperti wajahmu ketika kau tersenyum dan berpura-pura masih mencintaiku. seperti batas … Continue reading luka paling sempurna

riuh yang dalam

riuh dalam diri meluap. kenangan melahap diri sebagian. tiba-tiba saja aku tidak ingin sisa dari dirimu dalam diriku tercuri. aku tidak ingin seluruh kau habis tertelan waktu. remah-remah itu jatuh, meniru suara dada yang terbelah; adalah rindu atau lahar, menjalar melelehkan segala. aku mengangankan dirimu. tapi masa lalu menginginkan diriku terpenjara seumur hidup di dasar … Continue reading riuh yang dalam

seperti sepi

bagai perih bersembunyi di balik suara. hidup adalah menerka bebayang sendiri. seperti angin dan dingin yang ingin merengkuhmu dari cahaya. berikan puisi ruang untuk berbicara biarkan ia meleleh di ujung perasaanmu. dan kudengarkan bunyi itu, bunyi itu seperti sepi yang berlutut meminta ampun. [ambon//2019] —Jerome Continue reading seperti sepi

kata kunci

ketika hati dipenuhi api dan debu yang melayang-layang di mata kita, adakah yang tahu kali ini kepedihan datang sebagai kata kunci yang melenyapkan segala batas dan nafas. ini adalah segenap, sihir gelap; mulut-mulut mereka, penyebab kehancuran kita. laut biru dan segalanya yang haru, ambang batas dan lelehan keruh di dada tiada habis ditebas kesepian. kata … Continue reading kata kunci

migrain violet

seperti kobaran doa di ujung lidah gemuruh ingatan dan pengingkaran akan masalalu luka yang lekas mengubah segala rahasia tersimpan di segenap jantung keinginan ada pikiran-pikiran yang selalu berteriak, demolition! demolition! dan tubuh dalam perang dingin kata-kata perang dingin perang. [sorong//30 mey, 2019] —Jerome Continue reading migrain violet

mimpi pagi

kau datang begitu merah dan melekat malam masih tertidur di pipimu seperti rapuh dan putih. pukul 6 pagi aku bangun, dingin dalam hening menatap kau yang berdetak memuai dalam senyap. hanya kau dan cahaya hanya kau. [sorong//18 mey, 2019] —Jerome Continue reading mimpi pagi